Pengumuman: KTI-Skripsi.com tampil dengan wajah baru lebih sederhana, lebih cepat diakses dan lebih fresh kami hadir sudah 4 tahun. sampai Nopember2013 kami sudah melayani lebih dari 3000 orang dan layanan kami tetap eksis!!. Jadi jangan buang WAKTU, TENAGA dan BIAYA untuk browsing mencari referensi KTI Kebidanan.
Showing posts with label perdarahan. Show all posts
Showing posts with label perdarahan. Show all posts

Hubungan Preeklampsia dengan Perdarahan Post Partum di RSUD

KTI KEBIDANAN
HUBUNGAN PREEKLAMPSIA DENGAN PERDARAHAN
POST PARTUM DI BRSUD


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kehamilan, persalinan, dan nifas merupakan proses reproduksi yang normal. Walaupun demikian kehamilan, persalinan, dan nifas yang normal pun mempunyai resiko. Resiko tinggi kehamilan merupakan penyimpangan dan secara langsung dapat menyebabkan kesakitan dan kematian ibu maupun bayi. Salah satu faktor resiko kehamilan yang dapat menyebabkan kematian ibu adalah preeklampsia (Depkes.RI, 1997).
Angka kematian ibu (AKI) sebagai salah satu indikator pembangunan kesehatan, sampai saat ini masih tinggi di Indonesia dan jauh berada di atas negara ASEAN lainnya. Menurut hasil SDKI tahun 2002-2003, angka kematian ibu di Indonesia 307 per 100.000 kelahiran hidup. Angka tersebut 61 kali lebih tinggi dibandingkan dengan negara Singapura dan 4,5 kali lebih tinggi dibandingkan dengan negara Malaysia. Penyebab kematian ibu masih merupakan “trias klasik”, yaitu perdarahan 60% (184,2 per 100.000 kelahiran hidup), infeksi 30% (92,1 per 100.000 kelahiran hidup), dan gestosis 10% ( 30,7 per 100.000 kelahiran hidup) (Manuaba, 2004). Sedangkan menurut Departemen Kesehatan, pada tahun 2005 jumlah ibu meninggal karena perdarahan mencapai 38,24% (111,2 per 100.000 kelahiran hidup), gestosis 26,47% (76,97 per 100.000 kelahiran hidup), akibat penyakit bawaan 19,41 (56,44 per 100.000 kelahiran hidup), dan infeksi 5,88% (17,09 per 100.000 kelahiran hidup).
Berdasarkan survei Badan Pusat Statistik Propinsi Jawa Barat tahun 2003 menunjukan bahwa angka kematian ibu di wilayah Pantura (..........., Indramayu, Majalengka, dan Kuningan) sebesar 366,80 per 100.000 kelahiran hidup (Statistik Sosial Ekonomi Penduduk Kabupaten ..........., 2006).
Peningkatan kejadian kematian akibat preeklampsia dengan komplikasi perdarahan post partum sampai saat ini penyebabnya belum diketahui secara pasti, sehingga belum ada kesepakatan dalam strategi pencegahan preeklampsia. Oleh karena itu deteksi dini preeklampsia sangat diperlukan yaitu dengan menganjurkan ibu untuk melakukan pemeriksaan kehamilan yang berkualitas yaitu minimal 4 kali kunjungan yaitu masing-masing 1 kali pada trimester I dan II, serta 2 kali pada trimester III (Depkes, 2003).
Preeklampsia dengan komplikasi perdarahan post partum juga menjadi salah satu penyebab kematian ibu di Kabupaten ............ Pada tahun 2007 jumlah kematian ibu di Kabupaten ........... adalah 68 orang yang disebabkan karena : perdarahan 32 orang, preeklampsia dan eklampsia 13 orang, dan sisanya 13 orang karena penyakit bawaan. Pada tahun 2008 dari 54 kematian ibu, yang disebabkan perdarahan 22 orang, penyakit bawaan 18 orang, dan 14 orang karena preeklampsia dan eklampsia (Dinas Kesehatan Kabupaten ..........., 2008).
Berdasarkan hasil pengamatan sementara pada catatan rekam medik di Badan Rumah Sakit Umum Daerah (BRSUD) ....... yang penulis lakukan didapat data bahwa pada tahun 2007 ibu melahirkan dengan preeklampsia yang mengalami perdarahan post partum sebanyak 47 orang, tahun 2008 sebanyak 64 orang, dan tahun 2009 sampai dengan bulan Desember sebanyak 39 orang.
Sehubungan dengan hal tersebut di atas, penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang “Hubungan Preeklampsia dengan Perdarahan Post partum di BRSUD ....... Kabupaten ........... Periode 1 Januari sampai dengan 30 Desember 2009”.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan data yang bersumber dari catatan rekam medik BRSUD ....... seperti diuraikan dalam latar belakang di atas, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut : “Adakah Hubungan Preeklampsia dengan Perdarahan Post partum di BRSUD ....... Kabupaten ........... Tahun 2009”.

C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Diketahuinya hubungan preeklampsia berdasarkan karakteristik ibu dengan perdarahan post partum di BRSUD ....... Kabupaten ........... Periode 1 Januari sampai dengan 30 Desember 2009”.
2. Tujuan Khusus
a. Diketahuinya angka kejadian preeklampsia dengan perdarahan post partum
b. Diketahuinya hubungan antara umur ibu dengan perdarahan post partum
c. Diketahuinya hubungan antara paritas dengan perdarahan post partum
d. Diketahuinya hubungan antara umur kehamilan dengan perdarahan post partum
e. Diketahuinya hubungan antara jumlah janin dalam kandungan dengan perdarahan post partum
f. Diketahuinya hubungan antara riwayat preeklampsia sebelumnya dengan perdarahan post partum

D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
Memperoleh hasil penelitian baru tentang gambaran preeklampsia dengan perdarahan post partum sehingga dapat dijadikan sebagai perbandingan untuk penelitian selanjutnya.
2. Manfaat Praktis
Untuk dapat dijadikan sebagai acuan dalam upaya menurunkan angka kejadian preeklampsia dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat sehingga dapat menurunkan angka kematian ibu.

E. Ruang Lingkup Penelitian
Penelitian ini dibatasi pada kejadian preeklampsia dengan perdarahan post partum, umur ibu, paritas, umur kehamilan, jumlah janin dalam kandungan, dan riwayat preeclampsia sebelumnya pada ibu bersalin yang mengalami preeklampsia dengan perdarahan post partum di BRSUD ....... Kabupaten ........... tahun 2009.

silahkan download dalam bentuk dokumen word KTI KEBIDANAN
HUBUNGAN PREEKLAMPSIA DENGAN PERDARAHAN POST PARTUM DI BRSUD
(isi: Pendahuluan; Tinjauan Pustaka; Metodelogi Penelitian;
Hasil Penelitan dan Pembahasan; Kesimpulan dan Saran; Daftar Pustaka) plus Proposal dan presentasi



Hubungan Anemia dan Faktor Lain dengan Terjadinya Perdarahan Post Partum di RSUD

ABSTRAK
HUBUNGAN ANEMIA DAN FAKTOR LAIN DENGAN TERJADINYA PERDARAHAN POST PARTUM DI RSUD ........

xiv + 5 Bab + 45 Halaman + 8 Tabel + 1 Diagram + 9 Lampiran

Perdarahan pada ibu dapat terjadi pada masa kehamilan hingga setelah proses persalinan. Penyebab perdarahan yang paling penting adalah perdarahan post partum, perdarahan ante partum, abortus dan kehamilan ektopik. Pada tahun 2009 di RSUD ........ jumlah ibu yang mengalami perdarahan sebanyak 392 orang diantaranya 36,48% (143 orang) karena anemia, 44,89% (176 orang) karena hipertensi ,19,39% (73 orang) dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan anemia dan faktor lain yang menyebabkan terjadinya perdarahan post partum di RSUD ........ tahun 2009.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini diambil dengan teknik simple random sampling yaitu sebagian ibu bersalin di RSUD ........ pada tahun 2009. Pengumpulan data dilakukan dengan check list dari data rekam medik terhadap sampel sebanyak 100 responden.
Hasil penelitian di RSUD ........ tahun 2009 menyatakan bahwa distribusi frekuensi kasus anemia sebesar 62 %, kasus hipertensi dengan kategori darah tinggi sebesar 58 % dan kasus perdarahan post partum sebesar 52 %. Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan ada hubungan antara anemia ibu bersalin dengan perdarahan post partum di RSUD ........ tahun 2009 dengan X ² = 6,664 (X ² > 3,84). Ada hubungan antara hipertensi ibu bersalin dengan perdarahan post partum di RSUD ........ tahun 2009 dengan X ² = 4,690 (X ² > 3,84).


Kata kunci : Post partum dan Perdarahan
Kepustakaan : 20 sumber (1992 – 2009)


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang, agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal (Undang-Undang Kesehatan No. 23 Tahun 1992 Bab III Pasal 3 : 66).
Untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat diselenggarakan upaya kesehatan dengan pendekatan pemeliharaan peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan secara menyeluruh, terarah dan berkesinambungan (Undang-Undang Kesehatan No. 23 Tahun 1992 Bab V Pasal 20 : 66).
Ibu anemia dengan perdarahan post partum masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang sangat penting di negara yang sedang berkembang. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya perdarahan antara lain faktor ibu (penyakit, usia, paritas, keadaan sosial, serta ekonomi) dan faktor janin (kemajuan persalinan/His jelek).
Anemia pada kehamilan adalah jenis anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi yang merupakan jenis anemia yang paling umum dan sebenarnya dapat diatasi dengan pengobatan yang relatif mudah dan murah. Anemia pada kehamilan mencerminkan rendahnya nilai kesejahteraan ekonomi masyarakat yang berpengaruh besar terhadap kualitas sumber daya manusia. Anemia kehamilan disebut juga potensial danger to mother child, artinya potensial membahayakan ibu dan anak (Manuaba, 1998).
Perdarahan post partum (PPP) adalah perdarahan lebih dari 500-600 ml selama 24 jam setelah anak lahir termasuk perdarahan karena retensio placenta. Perdarahan post partum adalah perdarahan dalam kala IV lebih 500 – 600 cc dalam 24 jam setelah anak dan placenta lahir (www.google.perdarahan).
Kematian akibat perdarahan sering terjadi karena sejumlah komplikasi obstetrik yang merupakan predisposisi terjadinya perdarahan hebat dan selanjutnya kematian bila tidak tersedia penanganan secara ahli termasuk terapi pergantian darah yang tepat.
Penyebab utama kematian ibu adalah perdarahan mencapai 40% - 60%, infeksi 20% - 30%, eklampsi sekitar 20% - 30%, sedangkan penyebab kematian ibu tidak langsung ada 5,6 % yaitu penyakit ibu yang akan bertambah buruk dengan terjadinya kehamilan, seperti penyakit jantung, ginjal atau penyakit kronis lainnya serta anemia zat besi pada ibu hamil (Departemen Kesehatan RI, 2001).
Di Kabupaten ............... jumlah kematian ibu tahun 2006 sebanyak 28 ibu meninggal saat persalinan dengan penyebab utamanya yang terbanyak karena perdarahan sebesar 35,71 % sedangkan jumlah kematian ibu pada tahun 2009 di Kabupaten ............... sebanyak 40 ibu meninggal yang terdiri dari : 37,5% (17 orang), ibu bersalin karena perdarahan 58,8% (10 orang), eklampsi 17,6% (3 orang), Pre Eklampsi, kehamilan ektopik, atonia uteri, retensio plasenta 23,5% (4 orang), dan 42,5 % (15 orang) ibu nifas karena perdarahan 17,6% (3 orang), eklampsi 11,7% (2 orang), infeksi 23,5% (4 orang), lain-lain 35,2 % (6 orang) karena Pre Eklampsi, HPP (Hemoragi Post Partum), atonia uteri, retensio plasenta, serta 20% (8 orang) ibu hamil karena eklampsi 12,5% (1 orang), lain-lain 87,5% (7 orang) karena hipertensi, anemia, infeksi, dan abortus.
Pada tahun 2009 di RSUD ........ jumlah ibu yang mengalami perdarahan sebanyak 392 orang diantaranya 36,48% (143 orang) karena anemia, 44,89% (176 orang) karena hipertensi ,19,39% (73 orang) dan lain-lain. Angka ini merupakan indikator yang peka terhadap ketersediaan pemanfaatan dan kualitas terbaik untuk menilai pembangunan ekonomi masyarakat yang menyeluruh.
Perdarahan pada ibu dapat terjadi pada masa kehamilan hingga setelah proses persalinan. Penyebab perdarahan yang paling penting adalah perdarahan post partum, perdarahan ante partum, abortus dan kehamilan ektopik.
Dengan memperhatikan kejadian di atas maka Penulis ingin mengadakan penelitian tentang Hubungan Anemia dan Faktor Lain dengan Terjadinya Kejadian Perdarahan Post Partum di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) ........ Tahun 2009.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas rumusan masalahnya adalah “Belum diketahuinya hubungan anemia dan faktor lain dengan terjadinya perdarahan post partum di RSUD ........ Tahun 2009”.
Sehingga pernyataan penelitiannya adalah “Apa hubungan anemia dan faktor lain dengan terjadinya perdarahan post partum di RSUD ........ Tahun 2009”.

1.3 Tujuan Penelitian
1.3.1 Tujuan Umum
Untuk mengetahui hubungan anemia dan faktor lain yang menyebabkan terjadinya perdarahan post partum di RSUD ........ tahun 2009.
1.3.2 Tujuan Khusus
1. Diketahuinya distribusi frekuensi anemia, hipertensi dan perdarahan post partum di RSUD ........ tahun 2009.
2. Diketahuinya hubungan anemia dengan perdarahan post partum di RSUD ........ tahun 2009.
3. Diketahuinya hubungan hipertensi dengan perdarahan post partum di RSUD ........ tahun 2009.

1.4 Ruang Lingkup Penelitian
Penelitian ini dibatasi pada masalah terjadinya perdarahan post partum yang meliputi faktor anemia dan hipertensi.

1.5 Manfaat Penelitian
1.5.1 Bagi Rumah Sakit
Diharapkan dapat memberikan informasi secara objektif tentang hubungan anemia dengan terjadinya perdarahan post partum sehingga menjadi pedoman dalam memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu hamil, memberikan pendidikan kesehatan untuk pencegahan perdarahan post partum dalam menurunkan angka kematian ibu.
1.5.2 Bagi Pendidikan
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai dokumentasi pada perpustakaan Program Studi Kebidanan Yayasan Imam Bonjol (YPIB) serta dapat dikembangkan lebih luas dalam penelitian selanjutnya.
1.5.3 Bagi Peneliti
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi Peneliti terutama untuk menambah wawasan dalam hal mengetahui sebab-sebab terjadi kasus perdarahan post partum yang berkenaan dengan anemia ibu, serta menjadi suatu kesempatan yang berharga bagi Peneliti untuk dapat mengaplikasikan ilmu-ilmu yang telah diperoleh selama masa kuliah.

silahkan download dalam bentuk dokumen word KTI KEBIDANAN
HUBUNGAN ANEMIA DAN FAKTOR LAIN DENGAN TERJADINYA PERDARAHAN POST PARTUM DI RSUD
(isi: Pendahuluan; Tinjauan Pustaka; Metodelogi Penelitian;
Hasil Penelitan dan Pembahasan; Kesimpulan dan Saran; Daftar Pustaka)


Hubungan Usia Terhadap Perdarahan Post Partum Di RSUD

KTI KEBIDANAN
HUBUNGAN USIA TERHADAP PERDARAHAN POSTPARTUM DI RSUD

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kesehatan wanita merupakan hal yang sangat penting bagi bangsa. Kenyataan menunjukan bahwa umur harapan hidup bangsa Indonesia semakin meningkat sejalan dengan peningkatannya kualitas kesehatan yang berarti termasuk pula wanita. Khususnya untuk kesehatan reproduksi kesehatan wanita memegang peranan yang sangat penting dalam pembentukan generasi yang berkualitas dalam segi fisiknya. Maka tak berlebihan bahwa kesehatan reproduksi mendapat perhatian khusus (Univeristas Diponegoro 1992; 8).
Angka kematian Ibu dan perinatal merupakan ukuran penting dalam menilai keberhasilan pelayanan kesehatan sesuai dengan masalah kesehatan ibu dan anak di Indonesia (Manuaba, 1998; 8).
Angka kematian ibu di Indonesia masih tinggi. Sebenarnya kematian tersebut masih dapat dihindari karena sebagian besar terjadi pada saat pertolngan pertama sangat diperlukan, tetapi penyelenggara kesehatan tidak sanggup untuk memberikan pelayanan. Penyebab kematian ibu masih tetap merupakan “ trias klasik “ yang terdiri dari perdarahan, sepsis dan eklamsia (Manuaba, 1998; 15).
Diperkirakan ada 14 juta kasus perdarahan dalam kehamilan setiap tahunnya dan paling sedikit 128.000 wanita mengalami perdarahan sampai meninggal. Sebagian besar kematian tersebut terjadi dalam waktu 4 jam setelah melahirkan. Di Inggris (2000), separuh kematian ibu hamil akibat disebabkan oleh perdarahan postpartum.
Berdasarkan Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) AKI di Indonesia mengalami penurunan yang cukup tinggi, dari 390 pada tahun 2000, angka ini masih termasuk yang tinggi diantara negara-negara ASEAN. Tingginya AKI ini menunjukkan bahwa derajat kesehatan di Indonesia masih belum baik. Pada tahun 2002/2003, AKI di Indonesia adalah sebesar 307 per 100.000 kelahiran hidup. Tingginya AKI dipengaruhi oleh penyebab langsung dan penyebab tidak langsung. Penyebab langsung berkaitan dengan kondisi saat melahirkan seperti perdarahan, hipertensi atau tekanan darah tinggi saat kehamilan (eklamsia), Infeksi, partus lama, dan komplikasi keguguran. Penyebab langsung tersebut diperburuk oleh status kesehatan dan gizi ibu yang kurang baik. Sementara itu penyebab tidak langsung antara lain adalah rendahnya taraf pendidikan perempuan, kurangnya pengetahuan kesehatan reproduksi, rendahnya status sosial ekonomi, serta kurangnya ketersediaan pelayanan kesehatan dan keluaga berencana (KB).
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM) 2004-2009 menerapkan sasaran pencapaian AKI sebesar 226 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2009. Sementara itu Millenium Development Goals (MDGs), menetapkan AKI pada tahun 2015 menjadi 2/3 dari keadaan tahun 2000, yaitu menjadi 102 per kelahiran hidup.
Perdarahan Postpartum adalah perdarahan lebih dari 500-600 ml dalam masa 2 jam setelah anak lahir (Sinopsis Obstetri Jilid 1, Edisi 2, 1998;298). Biasanya perdarahan itu tidak banyak, sebab kontraksi dan retraksi otot-otot uterus menekan pembuluh darah yang terbuka sehingga lumennya tertutup, kemudian pembuluh darah tersumbat oleh bekuan darah. Seorang wanita sehat dapat kehilangan 500 ml darah tanpa akibat buruk. Istilah perdarahan postpartum digunakan apabila perdarahan setelah anak lahir melebihi 500 ml (Ilmu Kebidanan Edisi 3, 2005; 653).
Apabila terjadi perdarahan yang berlebihan setelah melahirkan harus dicari penyebab yang spesifik. Atonia uteri, retensio plansenta, sisa plasenta, dan laserasi traktus ginetalia merupakan penyebab sebagian besar perdarahan postpartum (Fakultas Kedokteran Universitas Riau. 29 September 2008).
Berdasarkan data yang diperoleh dari Medical Record RSUD. Prof. DR. H. ..... ....... di ruang bersalin. Bulan Januari sampai Desember 2007 ibu dengan kasus perdarahan posttuparm berjumlah 63 kasus dan 1 orang diantaranya meninggal dunia.
Atas dasar permasalahan tersebut di atas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Hubungan Usia Terhadap Perdarahan Postpartum di RSUD. Prof. DR. H. ..... ....... Tahun 2007.

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana hubungan usia terhadap perdarahan Postpartum di RSUD. Prof. DR. H. ..... ....... Tahun 2007?

C. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia terhadap perdarahan Postpartum di RSUD. Prof. DR. H. ..... ....... Tahun 2007.
D. Manfaat Penelitian
1. Bagi Bidan
a. Sebagai bahan masukan untuk pertimbangan dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dalam hal memberikan perawatan.
b. Sebagai bahan untuk meningkatkan manajemen asuhan kebidanan pada ibu dengan perdarahan.
2. Bagi Rumah Sakit
Sebagai dorongan untuk lebih memperhatikan kualitas tenaga kebidanan dalam menciptakan SDM yang berkualitas sehingga dapat diandalkan.
3. Bagi Peneliti
Sebagai referensi dan bahan perbadingan bagi peneliti selanjutnya


silahkan download dalam bentuk dokumen word KTI KEBIDANAN
HUBUNGAN USIA TERHADAP PERDARAHAN POSTPARTUM DI RSUD
(isi: Pendahuluan; Tinjauan Pustaka; Metodelogi Penelitian;
Hasil Penelitan dan Pembahasan; Kesimpulan dan Saran; Daftar Pustaka)
.

KTI yang mungkin berhubungan dengan KTI yang anda cari:

BELUM KETEMU PAKAI KOTAK PENCARIAN BERIKUT: