Pengumuman: KTI-Skripsi.com tampil dengan wajah baru lebih sederhana, lebih cepat diakses dan lebih fresh kami hadir sudah 4 tahun. sampai Nopember2013 kami sudah melayani lebih dari 3000 orang dan layanan kami tetap eksis!!. Jadi jangan buang WAKTU, TENAGA dan BIAYA untuk browsing mencari referensi KTI Kebidanan.
Showing posts with label mutu. Show all posts
Showing posts with label mutu. Show all posts

Hubungan Kepuasan Ibu Hamil pada Pelayanan Antenatal Care oleh Bidan dengan Motivasi Melakukan Antenatal

KTI KEBIDANAN
HUBUNGAN KEPUASAN IBU HAMIL PADA PELAYANAN ANTENATAL CARE OLEH BIDAN DENGAN MOTIVASI MELAKUKAN ANTENATAL

ABSTRAK
Judul : Hubungan Kepuasan Ibu Hamil Pada Pelayanan Antenatal
care oleh Bidan dengan Motivasi Melakukan Antenatal care di Bidan Tersebut di Wilayah Kerja Puskesmas Ngasem Kecamatan Gampengrejo Kabupaten ......

Tahun Penelitian : 2010
Kepuasan pasien sering dipandang sebagai suatu komponen yang penting dalam pelayanan kesehatan. Keramahan dan kenikmatan berkaitan dengan pelayanan kesehatan yang tidak berhubungan langsung dengan klinis dapat mempengaruhi kepuasan pasien dan ketersediaannya untuk kembali ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pelayanan berikutnya. Umumnya fasilitas layanan milik pemerintah kurang/ tidak dimanfaatkan oleh masyarakat. Salah satu penyebabnya adalah bahwa umumnya mutu layanan kesehatan yang diselenggarakan oleh fasilitas layanan kesehatan milik pemerintah masih belum atau tidak memenuhi harapan pasien dan atau masyarakat.
Penelitian dilaksanakan tanggal 14 -18 Juli 2010 dengan tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan antara kepuasan bumil pada pelayanan antenatal care oleh bidan dengan motivasi melakukan antenatal care.
Penelitian ini menggunakan desain penelitian metode korelasi yang bersifat cross Sectional dengan sampelnya yaitu sebagian ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Ngasem. Teknik samplingnya adalah Accidental Sampling dan variabel yang digunakan yaitu variabel bebas adalah kepuasan ibu hamil dan variabel tergantung adalah motivasi ibu hamil. Metode pengumpulan data dengan kuesioner. Hasil analisa dari 12 responden dengan menggunakan analisis korelasi Spearman Rank, didapatkan hasil bahwa ρ hitung 0,67 dan harga ρ tabel 0,59 1 maka terlihat bahwa ρ hitung lebih besar dari ρ tabel yang berarti ada hubungan antara kepuasan ibu hamil pada pelayanan antenatal care oleh bidan dengan motivasi melakukan antenatal care di bidan tersebut.
Kata Kunci: Kepuasan, Ibu Hamil, Antenatal care, Bidan, Motivasi


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Masalah kematian dan kesakitan ibu di Indonesia masih merupakan masalah besar. Kenyataannya bahwa angka kematian ibu di Indonesia masih yang tertinggi di Asean. Data terakhir di BPS adalah sebesar 253 per 100 ribu kelahiran hidup pada tahun 2006, Sedangkan Laporan Pembangunan Manusia tahun 2000 menyebutan angka kematian ibu di Malaysia jauh dibawah Indonesia yaitu 41 per 100 ribu kelahiran hidup, Filiphina 170 per 100 ribu kelahiran hidup,Vietnam 160 ribu per 100 ribu kelahiran hidup (Andra, 2007). Angka kematian ibu di ...... masih cukup tinggi yaitu 122 orang per 100 ribu kelahiran hidup (Mubarok, 2007). Penyebab utama kematian disebabkan oleh komplikasi-komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas (Sarwono P, 2002).
Perdarahan menjadi penyebab utama kematian ibu di Indonesia, penyebab kedua adalah eklamsia lalu infeksi. Semua hal ini bertanggung jawab terhadap hampir 70 % kematian ibu yang merupakan penyebab langsung. Resiko kematian ibu melahirkan juga diperburuk dengan adanya penyakit yang mungkin diderita ibu hamil seperti Tuberkulosis, HIV/AIDS, anemia dan malaria. Laporan Depkes mengatakan prevalensi anemia pada ibu hamil masih sangat tinggi, yaitu 50 %. Faktor-faktor diatas merupakan penyebab langsung kematian ibu melahirkan, tetapi penyebab kematian dapat diminimalkan dengan antenatal care yang memantau kondisi kehamilan ibu secara teratur dapat memprediksi resiko yang mungkin timbul hingga dapat dilakukan langkah-langkah pencegahan. Pemantauan kesehatan selama kehamilan baik untuk keadaan normal maupun darurat serta pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih memainkan peran penting dalam menekan angka kematian ibu (Andra, 2007).
Penggunaan fasilitas pelayanan untuk pemeriksaan kesehatan selama kehamilan, ditemukan lebih dari 83 persen wanita memeriksakan kesehatan selama kehamilan di fasilitas pelayanan kesehatan baik pemerintah maupun swasta. Angka ini masih lebih rendah dari target cakupan antenatal care yang ditetapkan oleh PROPENAS yang diharapkan menjadi 90% pada tahun 2004. Pemanfaatan fasilitas kesehatan sebagai tempat pemeriksaan kehamilan terendah dijumpai di kabupaten Sampang (78%) dan Cilacap (86%), sedangkan yang tertinggi di Jombang (96%). (Ridwan A, 2007).
Kepuasan pasien sering dipandang sebagai suatu komponen yang penting dalam pelayanan kesehatan. Keramahan dan kenikmatan berkaitan dengan pelayanan kesehatan yang tidak berhubungan langsung dengan klinis dapat mempengaruhi kepuasan pasien dan ketersediaannya untuk kembali ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pelayanan berikutnya. (Djoko W , 2003). Umumnya fasilitas layanan kesehatan milik pemerintah kurang/ tidak dimanfaatkan oleh masyarakat. Salah satu penyebabnya adalah bahwa umumnya mutu layanan kesehatan yang diselenggarakan oleh fasilitas layanan kesehatan milik pemerintah masih belum atau tidak memenuhi harapan pasien dan atau masyarkat. (Pohan I, 2006).
Salah satu aspek yang paling penting dalam asuhan antenatal adalah dengan membina hubungan saling percaya dengan ibu dan keluarganya. Jika seorang ibu mempercayai bidan, maka kemungkinan besar ia akan kembali ke bidan yang sama untuk persalinan dan kelahiran bayinya. (Pusdiknakes, 2003).
Studi pendahuluan, pada bulan Januari - Maret 2010 di desa Sumberejo terdapat 33 ibu hamil. Didapatkan oleh peneliti hanya 21 ibu hamil yang periksa hamil. Dilakukan pengkajian lebih lanjut dengan wawancara, dari 11 ibu hamil yang tidak periksa 8 diantaranya mengatakan tidak puas terhadap pelayanan yang diberikan bidan, karena bidan kurang menyeluruh dalam melakukan pemeriksaan yaitu tidak memeriksa tekanan darah, bidan dalam memberikan penjelasan/konseling kurang jelas, dan pemeriksaannya tidak lengkap dari kepala sampai kaki. Berdasarkan fenomena di atas penulis ingin mengetahui apakah ada hubungan kepuasan ibu hamil pada pelayanan antenatal care oleh bidan dengan motivasi melakukan antenatal care di bidan tersebut.

1.2 RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian adalah “Adakah hubungan kepuasan ibu hamil pada pelayanan antenatal care oleh bidan dengan motivasi melakukan antenatal care di bidan tersebut di Wilayah Kerja Puskesmas Ngasem Kecamatan Gampengrejo Kabupaten ...... ?

1.3 TUJUAN PENELITIAN
1.3.1 Tujuan Umum
Untuk mengetahui apakah ada hubungan kepuasan ibu hamil pada pelayanan antenatal care oleh bidan dengan motivasi melakukan antenatal care di bidan tersebut.
1.3.2 Tujuan Khusus
1. Mengidentifikasi kepuasan ibu hamil pada pelayanan antenatal oleh Bidan.
2. Mengidentifikasi motivasi ibu hamil untuk melakukan antenatal care di bidan tersebut
3. Menganalisa hubungan kepuasan ibu hamil pada pelayanan antenatal care oleh bidan dengan motivasi untuk melakukan antenatal care di bidan tersebut.

1.4 MANFAAT PENELITIAN
1.4.1 Bagi Peneliti
Hasil penelitian dapat digunakan sebagai penjelasan dan evaluasi tentang kepuasan ibu hamil terhadap pelayanan antenatal oleh bidan sehingga dapat melatih berfikir dan bekerja secara ilmiah terhadap suatu permasalahan.
1.4.2 Bagi Tempat Penelitian
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan bagi tempat pelayanan dalam peningkatakan mutu layanan kesehatan.
1.4.3 Bagi Institusi
Sebagai tambahan dan masukan pengetahuan dan informasi serta pengembangan bagi penelitian selanjutnya mengenai hubungan kepuasan ibu hamil pada pelayanan antenatal care oleh bidan dengan motivasi melakukan antenatal care.
1.4.4 Bagi Responden
Dapat digunakan sebagai sarana penilaian kepuasan responden terhadap pelayanan kebidanan yang diberikan sehingga harapan responden tentang pelayanan antenatal dapat tercapai.

silahkan download dalam bentuk dokumen word KTI KEBIDANAN
HUBUNGAN KEPUASAN IBU HAMIL PADA PELAYANAN ANTENATAL CARE OLEH BIDAN DENGAN MOTIVASI MELAKUKAN ANTENATAL
(isi: abstrak, Pendahuluan; Tinjauan Pustaka; Metodelogi Penelitian;
Hasil Penelitan dan Pembahasan; Kesimpulan dan Saran; Daftar Pustaka, kuesioner)

Gambaran Pengetahuan Petugas Kesehatan Tentang Mutu Pelayanan Kesehatan di Puskesmas

KTI KEBIDANAN
GAMBARAN PENGETAHUAN PETUGAS KESEHATAN TENTANG MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Tujuan Pembangunan Kesehatan Menuju Indonesia Sehat 2010 dalah meningkat kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal melalui terciptanya masyarakat, bangsa dan negara Indonesia yang ditandai oleh penduduknya yang hidup dengan perilaku dan dalam lingkungan yang sehat, memiliki derajat kesehatan yang optimal diseluruh wilayah Republik Indonesia, Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, upaya kesehatan, upaya kesehatan dilaksanakan secara merata, dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, sehubungan dengan itu puskesmas sebagai unit palayanan kesehatan terdepan dengan mutu yang lebih baik dan dengan biaya yang terjangkau oleh masyarakat (Depkes RI, 2002).
Pelayanan kesehatan yang bermutu masih dari harapan masyarakat serta berkembangnya kesadaran akan pentingnya mutu, maka UU kesehatan Nomor 23 tahun 1992 meningkatkan pentingnya mutu pelayanan kesehatan, khususnya di tingkat puskesmas (Nadesul, 2008).
Pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) adalah organisasi fungsional yang menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat menyeluruh, terpadu, merata, dapat diterima dan terjangkau oleh masyarakat dan menggunakan hasil pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna, dengan biaya yang dapat dipikul oleh pemerintah dan masyarakat. Upaya kesehatan tersebut menyelanggarakan dengan menitik beratkan kepada pelayanan untuk masyarakat luas mencapai derajat kesehatan yang optimal, tanpa pengambilan mutu pelayanan kepada perorangan. Pengelolaan puskesmas biasanya berada dibawah Dinas kesehatan kabupaten dan kota (Nadesul, 2008).
Pada tahun 1980-an, pusat pelayanan kesehatan terlihat sangat ramai dikunjungi pasien yang hendak berobat, yang kini feromena itu jarang terjadi. Sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat, mestinya puskesmas dapat menjadi tempat rujukan pertama dengan pelayanan prima yang dapat mengalami berbagai masalah kesehatan yang terjadi pada masyarakat, dan yang lebih fatal dimana petugas puskesmas tidak begitu tanggap dengan pelayanan medik, tetapi tubuh menekankan administrasi (Nadesul 2008).
Banyak masalah yang menjadi pemicu rendahnya pencitraan puskesmas pada saat sekarang. Sarana yang tidak lengkap seperti obat-obatan yang kurang bermutu dari seri varial, petugas yang kurang tanggap dengan pasien, keramahan yang kurang dari pemberian palayanan, sehingga masyarakat kurang puas setiap berobat ke pusat pelayanan, kesehatan ini. Disampaikan itu program puskesmas yang kurang berjalan menjadi pemicu rendahnya mutu pelayanan puskesmas di mata masyarakat (Nadesul, 2008).
Berdasarkan uraian diatas maka peneliti tertarik untuk mengetahui bagaimana pengetahuan petugas kesehatan tentang mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas ... ..... tahun 2009.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang diuraikan diatas, maka rumusan masalahnya adalah “Bagaimanakah Gambaran Pengetahuan Petugas Kesehatan Tentang Mutu Pelayanan Kesehatan di Puskesmas ... ..... tahun 2009 ?

C. Tujuan Penelitian
C.1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui Bagaimanakah Gambaran Pengetahuan Petugas Kesehatan Tentang mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas ... ..... Tahun 2009.
C.2. Tujuan Khusus
1. Untuk mengetahui pengetahuan petugas kesehatan tentang mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas ... ..... tahun 2009 berdasarkan umur.
2. Untuk mengetahui pengetahuan petugas kesehatan tentang mutu pelayanan kesehatan di puskesmas ... ..... tahun 2009 berdasarkan pendidikan.
3. Untuk mengetahui pengetahuan petugas kesehatan tentang mutu pelayanan kesehatan di puskesmas ... ..... tahun 2009 berdsarkan lama bekerja.
4. Untuk mengetahui pengetahuan petugas kesehatan tentang mutu pelayanaan kesehatan di puskesmas ... ..... 2009 Berdasarkan sumber Informasi.

D. Manfaat Peneliti
D.1. Bagi Peneliti
Meningkatkan pengalaman dan memperluas ilmu pengetahuan bagi peneliti dalam melakukan penelitian khusunya tentang mutu pelayanan kesehatan di puskesmas ... ..... tahun 2009.
D.2. Bagi Petugas Kesehatan
Memberikan masukan bagi petugas kesehatan dalam pelaksanaan, pemberian mutu pelayanan kesehatan di puskesmas ... ..... tahun 2009.
D.3. Bagi Institasi Pendidikan
Sebagai bahan atau pedoman untuk penelitian selanjuntnya oleh Mahasiswa/Mahasiswi Akademi Keperawatan Nauli Husada Sibolga dan memberi acuan dalam pengembangan ilmu pengetahuan bagi peserta didik.


silahkan download dalam bentuk dokumen word KTI KEBIDANAN
GAMBARAN PENGETAHUAN PETUGAS KESEHATAN TENTANG MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS
(isi: Pendahuluan; Tinjauan Pustaka; Metodelogi Penelitian;
Hasil Penelitan dan Pembahasan; Kesimpulan dan Saran; Daftar Pustaka)
.

KTI yang mungkin berhubungan dengan KTI yang anda cari:

BELUM KETEMU PAKAI KOTAK PENCARIAN BERIKUT: